Menu

Sejarah

Perjalanan panjang PPSN Maung Lugay dari masa perintisan hingga menjadi perguruan pencak silat nasional yang berprestasi.

1975Awal Perintisan

Berdirinya PPSN Maung Lugay

Pendiri PPSN Maung Lugay

Ashari Sancang Lodaya

Guru Besar PPSN Maung Lugay

Berawal dari gagasan Bapak Ashari Sancang Lodaya pada tahun 1975, PPSN Maung Lugay dirintis untuk menjadi wadah pembinaan pencak silat nasional. Guna mencari dukungan mendirikan perguruan, Bapak Ashari merangkul kawan-kawan untuk mengajarkan ilmu pencak silat sekaligus merancang dan merumuskan nama perguruan.

Penyiapan kader oleh Bapak Ashari dilakukan dengan menyiapkan pelatih yang diberikan pembekalan ilmu selama 1 tahun penuh. Setelah siap, barulah mereka diterjunkan untuk mengembangkan dan mengibarkan bendera perguruan di berbagai tempat latihan.

Tujuan

Mendirikan perguruan pencak silat nasional sebagai wadah pembinaan generasi muda.

Strategi

Merangkul kawan-kawan sesama pesilat dan menyiapkan kader pelatih selama 1 tahun.

1975Proses Perencanaan

Lima Guru Memberi Masukan Nama

Pada pertengahan tahun 1975, Bapak Ashari Sancang Lodaya merancang nama perguruan sekaligus meminta restu kepada beberapa gurunya. Berikut usulan yang terkumpul:

A

Acep Sabtari

Sukasari, Bogor

Cimande Girang

Macan Priuk
M

M. Djandan

Jakarta

Penca Sera Kilat

Cakra Buana
A

Andi Ambran

Marta Pura, Kalimantan Selatan

Pencak Silat Kalimantan

Harimau Campa
A

Achmad Gojali

Banten

Macan Putih

Sapu Jagat
E

Encek Apel

Tangerang

Beehsi

Tidak memberikan masukan

Keputusan

MAUNG LUGAY

Harimau Bergerak

Bapak Ashari mengodok seluruh masukan yang didapatkan. Agar semua pihak mendukung dan setuju, diambil keputusan nama “Maung Lugay” — Harimau Bergerak.

1976Malam Persiapan

Pada Malam Minggu, Bapak Ashari dan 8 orang murid yang telah dibekali ilmu kepelatihan membicarakan persiapan deklarasi perguruan. Kemudian Minggu pagi, momentum bersejarah pun tiba.

Minggu, 8 Agustus 1976

DEKLARASI

Dideklarasikanlah PERGURUAN PENCAK SILAT NASIONAL MAUNG LUGAY, disaksikan oleh puluhan murid yang telah mengikuti latihan pencak silat. Bendera PPSN Maung Lugay pun dikibarkan di setiap tempat latihan.

MAUNG LUGAY

=
Harimau Bergerak

1976Pengembangan

Pengembangan dalam Wilayah

Setelah perguruan dibuka untuk umum, langkah selanjutnya adalah menarik minat masyarakat untuk belajar pencak silat. PPSN Maung Lugay melibatkan ketua RW dan ketua RT untuk menjadi pengurus perguruan.

Pendekatan dari tingkat rukun remaja tingkat RT dan Karang Taruna tingkat RW hingga ke tingkat kelurahan dilakukan secara bertahap. Hal ini memungkinkan perguruan dikenal luas dan memiliki basis anggota yang kuat dari berbagai lapisan masyarakat.

RT

Rukun Remaja

RW

Karang Taruna

Kelurahan

Tingkat Wilayah

1977Legalitas

Masuk IPSI Jakarta Utara

PPSN Maung Lugay resmi tercatat sebagai anggota IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) Jakarta Utara dengan nomor registrasi:

018/IPSI-JU/XI/1977

Terdaftarnya PPSN Maung Lugay di IPSI menjadi tonggak penting dalam legalitas dan pengakuan resmi perguruan oleh organisasi pencak silat terbesar di Indonesia.

Terdaftar Resmi

PPSN Maung Lugay terdaftar di IPSI Jakarta Utara sebagai anggota resmi perguruan pencak silat.

1983Prestasi Nasional

Grand Opening PON XI

PPSN Maung Lugay dipercaya menjadi bagian dari Grand Opening Pekan Olahraga Nasional (PON) XI — sebuah kehormatan besar yang menandai pengakuan nasional terhadap eksistensi perguruan.

PON XI — 1983

Setia Wargi Maung Lugay

Didirikan oleh Usman Wijaya

1983Peleburan

Setia Wargi Maung Lugay

Perguruan yang didirikan oleh Usman Wijaya ini ikut bergabung menjadi anggota PPSN Maung Lugay pada tahun 1983. Peleburan ini memperkuat basis keanggotaan dan memperluas jangkauan perguruan dalam pembinaan pencak silat.

1984Peleburan

TTKDH

TTKDH, perguruan pimpinan Eli Sutardi, bergabung dengan PPSN Maung Lugay pada tahun 1984. Peleburan ini menambah kekayaan variasi teknik dan tradisi pencak silat dalam wadah PPSN Maung Lugay.

TTKDH

Pimpinan Eli Sutardi

Perguruan Panji Harapan

Pimpinan Sumarjo

1985Peleburan

Perguruan Panji Harapan

Perguruan Panji Harapan pimpinan Sumarjo bergabung dengan PPSN Maung Lugay pada tahun 1985. Peleburan ini menjadi yang ketiga kalinya, semakin memperkokoh posisi PPSN Maung Lugay sebagai wadah persatuan perguruan pencak silat.

1988–1998Prestasi Berkelanjutan

Partisipasi PON Berkelanjutan

Setelah sukses pada PON XI, PPSN Maung Lugay kembali dipercaya mengisi Grand Opening PON pada tiga edisi berikutnya.

PON XII

1988

PON XIII

1993

PON XIV

1998

Partisipasi berkelanjutan ini membuktikan bahwa PPSN Maung Lugay telah dipercaya sebagai bagian dari perhelatan olahraga terbesar di Indonesia selama lebih dari satu dekade.